Kedarpan.desa.id – Pemerintah Desa ( Pemdes ) Kedarpan yang sudah terkenal potensi agrobisnisnya salah satunya adalah Lada, yang dikelola oleh kelompok tani Margo Utomo dengan membudidayakan  persemaian  bibit lada yang awalnya bertujuan untuk dibudidayakan warga masyarakat, namun  sampai saat ini menjadi prodak unggulan.

Bibit Lada produksi Kelompok Tani Margo di ketuai oleh YOGI DWI SUNGKOWO ( 34 th )  yang menciptakan menjadi kedarpan harum di dunia Arobisnis melelui produksinya yaitu Budidaya Tanaman Lada hingga kelompok tersebut bersertipikat  Kementrian Pertanian dalam hal ini Dispertanhud Propinsi yang membubuhkan label klasifikasi layak tanam. Pemasaran bibit lada tersebut bukan hanya lokal saja tetapi sudah pemasaran internasional ( sudah sapai ke luar daerah / propinsi bahkan sampai ke Luar negri ).

Kelompok Tani Wanita salah satu Pengembangan dari Kelompok Tani Margo Utomo bekerja sama dengan Pemdes Desa Kedarpan melalui Bumdes telah mendapat bantuan alat pengilingan lada dan alat pengemas dari Povinsi Jateng.

Desa Kedarpan juga memilikiKomoditas unggulan selain Lada juga Telah memiliki Komoditas Kambing Khas Kejobong yang berfaritas membuat ciri khas kambing kejobong, untuk perkawinan silang kambing jawa biasa  dengan kambing jawa randu ( mirip dengan kambing PE ), Proses penelitian dalam eksperimennya  bekerja sama dengan Universitas Jendral Soedirman ( UNSOED ) Purwokerto pada tahun 2000, mengukir / melhirkan klasifikasi faritas kambing khas Kejobong yang mimiliki ciri – ciri kekhasanya tersendiri, dan apabila dikomsumsi  dadingnya empuk, gurih dan susu segarnya yang penuh dengan protein.

Kelompok Ternak bernama Kelompok Ngudi Dadi di ketuai oleh SUMARYONO ( 52 th ) yang telah bekerja keras mengharumkan kedarpan saat itu hingga sekarang, berbagai piagam penghargaan  Bupati maupun penghargaan  Gubenur  yang telah diraih. Berdasarkan SK Bupati Purbalingga Nomar: 524/4882/2005 telah dikukuhkan Kelompok Ternak Ngudi Dadi Desa Kedarpan ditetapkan menjadi KLAS MADYA .

Perekonomian masyarakat Kedarpan 80% ditopang dari bidang peternakan kambing dan perkebunan lada satu satunya penyangga hidup.